Dalam disiplin olahraga air, kita mengenal empat gaya utama: bebas, punggung, dada, dan kupu-kupu. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, muncul istilah baru yang semakin populer di kalangan atlet profesional, yaitu gaya renang kelima. Sebutan ini merujuk pada teknik dolphin kick yang dilakukan di bawah permukaan air. Teknik ini dianggap sebagai elemen revolusioner karena efektivitasnya dalam memecahkan rekor dunia. Alasan mengapa para ahli menyebutnya demikian adalah karena peranannya yang sangat dominan dalam menentukan hasil akhir sebuah perlombaan. Tanpa penguasaan pada aspek renang bawah air ini, seorang atlet akan sulit bersaing di level elite yang menuntut kecepatan maksimal sejak detik pertama meluncur.
Konsep ini bermula dari pengamatan bahwa manusia sebenarnya bergerak lebih cepat saat berada di bawah air dibandingkan saat berenang di permukaan. Di permukaan, tubuh harus melawan hambatan gelombang dan turbulensi yang tercipta dari pergerakan udara serta air. Sebaliknya, saat melakukan gerakan bergelombang di bawah air, tubuh berada dalam lingkungan yang lebih stabil secara hidrodinamis. Dengan menggunakan teknik ini, perenang dapat mempertahankan momentum yang didapat dari dinding kolam lebih lama, sehingga transisi menuju gaya utama menjadi jauh lebih halus dan bertenaga.
Penerapan teknik ini tidak lagi terbatas hanya pada gaya kupu-kupu. Kini, pada gaya punggung dan gaya bebas, para perenang memanfaatkan sisa tenaga dari pembalikan dinding untuk melakukan serangkaian gerakan tungkai yang sinkron. Inovasi taktis inilah yang memperkuat posisi teknik tersebut sebagai elemen yang setara dengan gaya-gaya resmi lainnya. Pentingnya teknik ini bahkan membuat banyak program pelatihan nasional mengalokasikan waktu khusus untuk mengasah kekuatan otot inti dan kelenturan pergelangan kaki agar gerakan yang dihasilkan bisa sesempurna mungkin.
Selain faktor mekanika, ada aspek fisiologis yang membuat teknik ini begitu istimewa. Melakukan gerakan eksplosif tanpa mengambil napas menuntut daya tahan anaerobik yang tinggi. Kemampuan tubuh untuk bekerja di bawah tekanan oksigen yang rendah sambil tetap menghasilkan tenaga dorong yang konstan adalah ciri khas dari seorang juara. Inilah yang membedakan perenang biasa dengan mereka yang benar-benar memahami cara mengeksploitasi setiap inci kolam untuk keuntungan kompetitif mereka.
Secara teknis, efisiensi gerakan ini telah mengubah strategi perlombaan secara global. Jika dahulu fase bawah air dianggap sebagai fase istirahat sejenak sebelum muncul ke permukaan, kini fase tersebut adalah medan pertempuran utama untuk mencuri keunggulan jarak. Dengan segala kompleksitas dan keunggulannya, tidak mengherankan jika komunitas olahraga air secara konsisten memberikan pengakuan khusus pada teknik ini sebagai fondasi penting yang melengkapi empat gaya tradisional lainnya.
