Bahkan perenang yang sudah berpengalaman sekalipun terkadang masih terjebak dalam kebiasaan buruk yang menghambat kemajuan mereka, dan mengidentifikasi Kesalahan Umum Saat melakukan tarikan tangan adalah langkah pertama menuju perbaikan performa yang signifikan. Salah satu kekeliruan yang paling sering dijumpai adalah membiarkan siku turun atau terjatuh saat fase tarikan di bawah air, yang menyebabkan tangan kehilangan daya cengkeram terhadap air dan mengurangi daya dorong secara drastis. Dampak dari Kesalahan Umum Saat ini adalah meningkatnya beban kerja pada bahu, yang dalam jangka panjang dapat memicu cedera kronis akibat posisi anatomi yang tidak efisien saat menerima tekanan beban air yang besar. Memperbaiki posisi siku agar tetap tinggi (high elbow catch) memerlukan latihan kekuatan otot punggung dan kesadaran posisi tubuh yang terus-menerus diingatkan selama setiap sesi latihan berlangsung agar menjadi kebiasaan yang benar dan permanen.
Kekeliruan lain yang sering terjadi adalah melakukan gerakan tangan melewati garis tengah tubuh (crossing over), yang mengakibatkan pinggul bergoyang ke samping dan merusak stabilitas jalur renang yang lurus. Jika perenang tidak menyadari adanya Kesalahan Umum Saat ini, mereka akan membuang banyak energi hanya untuk mengoreksi arah renang, yang seharusnya bisa digunakan untuk meningkatkan kecepatan maju ke depan. Posisi tangan saat masuk ke dalam air harus sejajar dengan garis bahu untuk memastikan tarikan yang linier dan efisien, memberikan momentum yang bersih tanpa hambatan lateral yang merugikan secara hidrodinamika. Penggunaan cermin di dasar kolam atau analisis video dari sudut atas seringkali membantu perenang untuk melihat sendiri penyimpangan gerakan yang mereka lakukan dan segera melakukan koreksi teknis yang diperlukan dengan panduan dari pelatih yang kompeten.
Terlalu tegang saat melakukan fase pemulihan (recovery) di atas air juga termasuk dalam daftar perilaku yang kontraproduktif bagi efisiensi renang gaya bebas yang ideal dan mengalir dengan lembut. Perenang yang melakukan Kesalahan Umum Saat ini biasanya akan merasakan kelelahan pada otot lengan lebih cepat karena tidak memberikan kesempatan bagi otot untuk rileks sejenak sebelum kembali melakukan tarikan kuat di bawah permukaan air. Gerakan lengan di atas air seharusnya dilakukan dengan rileks, menyerupai ayunan pendulum yang memanfaatkan momentum untuk membawa tangan kembali ke posisi depan dengan tenaga minimal. Mengatur tingkat ketegangan otot secara sadar membantu dalam penghematan energi (energi konservasi), yang sangat vital terutama saat menghadapi babak final dalam perlombaan renang jarak menengah atau jauh yang sangat menguras tenaga dan pikiran atlet secara bersamaan.
Selain masalah teknis lengan, waktu pengambilan napas yang tidak tepat juga seringkali merusak irama ayunan dan menyebabkan tubuh bagian bawah tenggelam ke dasar kolam akibat hilangnya keseimbangan horizontal. Menghindari Kesalahan Umum Saat mengambil napas, seperti mengangkat kepala terlalu tinggi atau memutar tubuh secara berlebihan, sangat penting untuk menjaga profil hidrodinamika yang tetap ramping dan cepat di atas permukaan air. Kepala seharusnya hanya diputar secukupnya hingga satu mata tetap berada di dalam air saat mulut menghirup udara, memastikan bahwa koordinasi dengan lengan yang sedang memulihkan diri tetap sinkron dan tidak terputus ritmenya. Latihan pernapasan bilateral (dua sisi) sangat disarankan untuk menjaga keseimbangan kekuatan otot di kedua sisi tubuh dan mencegah terjadinya asimetri gerakan yang dapat menyebabkan penyimpangan jalur renang seiring berjalannya waktu latihan yang panjang.
