Dalam perlombaan renang jarak jauh, atau maraton renang di perairan terbuka, kecepatan mutlak seringkali dikalahkan oleh efisiensi. Kunci untuk menyelesaikan jarak yang panjang tanpa kelelahan prematur terletak pada penguasaan Anatomi Freestyle Efisien. Anatomi Freestyle Efisien adalah kombinasi gerakan kayuhan, rotasi tubuh, dan tendangan yang meminimalkan hambatan air (drag) sambil memaksimalkan daya dorong (propulsion). Perenang jarak jauh harus memandang setiap kayuhan sebagai transaksi energi: seberapa banyak energi yang dikeluarkan versus seberapa jauh jarak yang didapatkan. Dengan memahami prinsip Anatomi Freestyle Efisien ini, perenang dapat mempertahankan irama yang stabil dan hemat energi sepanjang lintasan.
Elemen paling penting dari Anatomi Freestyle Efisien adalah Rotasi Tubuh yang Tepat (Body Roll). Berbeda dengan perenang sprinter yang sering menjaga tubuh lebih rata, perenang jarak jauh harus membiarkan tubuh berotasi dari sisi ke sisi sekitar 45∘ hingga 60∘ dari garis tengah. Rotasi ini memungkinkan perenang untuk mencapai kayuhan yang lebih jauh ke depan (extension) tanpa membebani bahu secara berlebihan. Rotasi juga mengintegrasikan kekuatan otot inti (core) dan otot punggung yang besar, yang jauh lebih kuat dan lebih tahan lama dibandingkan otot bahu kecil. Sebagai contoh nyata, Atlet Maraton Nasional, Bapak Heri S., dalam sesi wawancara fiktif pada hari Minggu, 3 November 2024, mengungkapkan bahwa ia hanya melakukan 28 kayuhan per lap (50 m), jauh lebih sedikit berkat body roll yang optimal.
Komponen kunci kedua adalah Teknik Catch dan Pull yang efektif. Catch adalah momen ketika tangan masuk ke air. Untuk efisiensi, tangan harus masuk dengan ujung jari terlebih dahulu, diikuti dengan siku yang tinggi (high elbow). Fase ini, yang disebut sebagai Early Vertical Forearm (EVF), memungkinkan perenang menekan air ke belakang (pull) dengan telapak tangan dan lengan bawah secara bersamaan, memaksimalkan permukaan yang menghasilkan dorongan. Menghindari kayuhan yang menyapu ke samping sangat penting, karena kayuhan menyamping hanya membuang-buang energi tanpa menghasilkan dorongan ke depan.
Terakhir, efisiensi Anatomi Freestyle Efisien sangat bergantung pada Teknik Tendangan yang Hemat. Perenang jarak jauh biasanya mengadopsi tendangan dua kali (two-beat kick) atau empat kali (four-beat kick)—jauh lebih sedikit daripada enam kali tendangan yang digunakan sprinter. Tendangan dua kali dirancang untuk menjaga tubuh tetap stabil dan horizontal, bukan untuk mendorong laju. Energi yang digunakan untuk tendangan diminimalkan sehingga dapat dialokasikan sepenuhnya untuk kayuhan yang menghasilkan 80% dari total dorongan. Tim Medis Olahraga Renang, dalam laporan pemeriksaan lactic acid pada atlet Open Water tanggal 10 Juli 2025, mencatat bahwa perenang dengan tendangan two-beat menunjukkan tingkat akumulasi asam laktat yang jauh lebih rendah, memungkinkan mereka berenang dengan tempo yang stabil selama lebih dari 5 kilometer tanpa penurunan kecepatan signifikan.
